728

Selasa, 12 Juli 2011

5 Strategi Untuk Mendekat Ketika si Dia Menjauh

APAKAH Anda tengah merasa si dia mulai menarik diri dari hubungan? Banyak alasan yang mendasari dan sebaiknya Anda pahami demi kelanggengan hubungan.

Apakah Anda bertanya-tanya mengapa dia tidak menelepon? Apakah belum lama ini Anda berbicara dengannya, sementara dia menyilangkan kaki dan/atau menyilangkan lengannya di depan dada? Nyatanya, ini adalah bahasa tubuh yang menyampaikan pesan bahwa dia ingin meninggalkan ruangan atau ingin percakapan segera selesai.

Jelas, tidak akan pernah berhasil bila Anda memaksanya bicara. Jadi, apa yang harus Anda lakukan? Simak lima tip untuk membuat Anda berdua lebih dekat dengan si dia. Tip ini sekaligus menciptakan ruang yang lebih nyaman baginya berkomunikasi dan meningkatkan keinginan untuk terbuka kepada Anda, seperti dikutip Glamor.

1. Berikan ruang dan waktu
Ketika si dia mulai menarik diri, kemungkinan besar dia meminta ruang dan waktu dari Anda. Dia hanya perlu sedikit ruang ekstra untuk memproses pikiran dan perasaannya. Bukan karena Anda menganggu, tapi karena dia tidak ingin menyakiti perasaan Anda.

2. Biarkan dia tahu bahwa Anda berbicara
Daripada bersikeras berbicara tentang perasaan Anda sekarang, lebih baik tanyakan pada si dia kapan waktu yang tepat untuk berbicara. Ini akan memberi si dia waktu memikirkan hal-hal yang merisaukannya sehingga bisa lebih siap menemui Anda.

Anda mungkin juga perlu waktu dan ruang untuk memahami perasaan Anda. Jika dia menghindari pertemuan dengan jadwal yang  telah disepakai, ini mungkin tanda dia tidak tertarik untuk menyelesaikan masalah hubungan. Cara ini akan membuka pikiran Anda, apakah hubungan perlu dipertahankan atau sebaliknya.

3. Jangan sudutkan dia
Ketika Anda berbicara dengannya, berhati-hatilah untuk tidak menyudutkan perasaan atau pikirannya. Jadikan pernyataan Anda tetap sederhana dan langsung ke topik utama. Karenanya, penting untuk Anda menata perasaan dan pikiran terlebih dahulu sebelum siap mencari solusi masalah hubungan bersamanya.

4. Pahami situasi daripada meminta untuk didengar
Mulailah dengan pertanyaan terbuka ketimbang menghakimi apa yang sudah dia lakukan ataupun bagaimana perasaan Anda. Dengarkan penjelasannya untuk Anda memandang situasi dengan jelas sebelum menyela.

Bahkan jika pandangannya tidak sama dengan Anda, terpenting adalah Anda memahami sudut pandangnya. Cobalah tidak bersikap defensif dan terbuka agar dia nyaman berkomunikasi dan mengekspresikan diri.

5. Biarkan dia tahu bahwa Anda pun berusaha menata perasaan
Biasanya, wanita ingin berbicara tentang perasaan mereka sedangkan pria berusaha memecahkan masalah. Namun jika Anda membombardirnya dengan perasaan Anda, dia mungkin merasa tidak ada yang dia bisa lakukan untuk membantu Anda. Sebagai konsekuensi, dia memilih untuk menjauh.

Jadi ketika ingin mengutarakan perasaan Anda, segera masuk ke inti masalah. Juga, ungkapkan betapa Anda turut bertanggung jawab atas apa yang Anda rasakan, sehingga dia tahu untuk tidak harus mengatasi perasaan Anda seorang diri.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar